Penelitian terbaru menunjukkan, Donald Trump lebih meningkatkan aksi-aksi kejahatan lantaran kebencian terhadap warga muslim Amerika daripada terorisme.
Seperti dilansir oleh News Week, penelitian terbaru tersebut dilakukan oleh Departeman Inteligen Kriminal FBI. Warga muslim Amerika selama pimpinan Donald Trump lebih sering mengalami serangan anti Islam dibandingkan dengan pasca peristiwa serangan 11 September.
Menurut laporan yang diturunkan oleh Institut Riset PEW, serangan terhadap warga muslim dalam dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan drastis. Angka ini malah melebihi angka serangan anti Islam yang terjadi pasca peristiwa 11 September.
Pidato dan orasi-orasi yang dilontarkan oleh Donald Trump lebih bisa meningkatkan angka kejahatan berbau kebencian terhadai warga muslim Amerika dibandingkan dengan terorisme.
Menurut penuturan Qasim Rasyid, juru bicara Ahmadiah Islamic Society, kepada News Week, ada hubungan erat antara kejahatan yang muncul akibat kebencian dan pernyataan Trump, pelarangan imigran muslim, dan keberlanjutan orientasi kekerasan terhadap Muslimin.
Rasyid melanjutkan, Islam telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Amerika. Akan tetapi, sekarang tersebar isu bahwa warga muslim Amerika adalah orang asing.
Menurut hasil riset PEW pada tahun 2014 lalu, 62 persen warga Amerika tidak mengenal Muslimin. Tentu ini adalah sebuah realita yang bisa mempermudah jalan permusuhan dengan Islam bagi warga Amerika.
(News-Week/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar