Konferensi internasional pariwisata halal pertama diselenggarakan 9 – 11 Januari di kota Bali, Indonesia.
Menurut laporan IQNA dilansir dari situs icht, konferensi ini diselenggarakan oleh universitas kepresidenan Indonesia, dengan tema Halal Tourism; Towards Greater Understanding and New Ventures.
Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia dan Muhammad Nasir, Menteri Penelitian, Teknoligi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) termasuk nara sumber konferensi internasional ini.
Dalam konferensi ini mengkaji sejumlah tema seperti pariwisata religi sebagai bagian dari pariwisata halal, pariwisata dan makanan halal, manajemen pariwisata halal, ekomoni dan urusan keuangan pariwisata halal, tantangan, kesempatan dan harapan pariwisata halal, peran industri penerbangan, hotel, dan fakultas dalam pariwisata halal dan juga peran sejumlah masjid dalam pariwisata halal.
Dalam konferensi ini, sejumlah peneliti dan aktivis bidang pariwisata akan memaparkan penemuan-penemuan terkininya dan progres pengalaman, makna dan teori dalam bidang industri pariwisata halal.
Pariwisata halal adalah sebuah bidang baru dalam industri pariwisata dan mencakup seluruh aktivitas-aktivitas logis dengan pokok-pokok Islam untuk memikat banyak muslim kepada pariwisata. Industri ini dikarenakan keuntungan signifikannya pada tahun-tahun terakhir telah mendapat perhatian oleh banyak negara, umumnya bagi negara-negara non Islam.
Menurut statistik, pariwisata halal pada tahun 2014 memiliki keuntungan setara 142 miliar dolar dan pada tahun 2020 angka ini akan mencapai 233 miliar dolar dan membentuk bagian penting dari pariwisata global.
(ICHT/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar