Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kepada Arab Saudi supaya mengizinkan seluruh bantuan kemanusiaan bisa dikirimkan dan sampai ke tangan rakyat Yaman.
Seperti dilansir oleh The Guardian kemarin, dua kapal laut yang memuat bahan pangan dan obat-obatan terpaksa harus tertahan di luar Pelabuhan Hadidah karena kawasan ini dikepung oleh Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi. Badan Kemanusiaan PBB di Yaman meminta supaya Arab Saudi mengizinkan kedua kapal tersebut memasuki perairan Yaman.
Lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut memperingatkan, pengepungan 15 hari yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap pelabuhan-pelabuhan Yaman telah menyebabkan puluhan ribu rakyat Yaman meninggal dunia lantaran kelaparan dan terserang penyakit.
“Kondisi sangat kritis. Dua kapal sedang datang. Satu memuat obat-obatan untuk menghadapi wabah penyakit dan satu lagi memuat bahan pangan termasuk beras dan gandum,” ujar Jimmy McGoldrick, koordinator urusan kemansuiaan PBB dalam kesempatan ini.
Dengan alasan membalas serangan dua rudal yang diklaim oleh Riyadh ditembakkan oleh Ansharullah, Arab Saudi menutup seluruh pelabuhan yang dimiliki Yaman.
Berkali-kali Arab Saudi mengklaim bahwa kapal-kapal bala bantuan kemanusiaan dunia sering digunakan untuk menyelundupkan senjata, amunisi, dan suku cadang rudal untuk pasukan Yaman. Akan tetapi, McGoldrick menekanan tidak ada bukti nyata yang bisa membuktikan bahwa kapal-kapal ini digunakan untuk menyelundupkan senjata.
(The-Guardian/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar