Sebuah pusat penelitian mengumumkan, kelompok-kelompok anti Islam di Amerika Serikat meningkat sebesar 200 persen dari sejak tahun 2015 lalu.
Sementara itu, menurut laporan Institut PEW Reaserch, tindak kriminal dengan alasan kebencian kepada warga muslim mencapai angka paling tinggi pada tahun 2016 lalu.
Tindakan Donald Trump, Presiden Amerika, juga memiliki peran dalam peningkatan angka kebencian terhadap warga muslim ini. Normalisasi dan legitimasi terhadap ungkapan kebencian yang sering ia lakukan telah meningkatkan angka ini.
Warga muslim yang berdomisili di Negara Bagian Montana menerima serangan Islamofobia yang sangat dahsyat. Hal ini disebabkan oleh kampanye-kampanye yang mempropagandakan ketakutan kepada sebagian anggota masyarakat.
Untuk mengatasi masalah ini, sebuah laporan dengan judul “Tindakan Anti Islamofobia” baru-baru ini diterbitkan untuk mengevaluasi aksi-aksi anti Islam di Montana.
Sekalipun jumlah warga dan imigran muslim Montana tidak begitu banyak. Akan tetapi, angka permusuhan terhadap warga muslim yang semakin meningkat di negara bagian Amerika ini sering dilalaikan.
Gerakan anti Islam Montana melakukan aktifitas di bawah payung lembaga nasional anti Islam “Act for America”.
Lembaga Hukum Perdata Amerika menganggap gerakan Act for America ini termasuk kelompok utama yang melakukan aksi penyebaran kebencian terhadap warga muslim.
Menurut kelompok ini, seluruh warga muslim adalah radikal, dan Islam sedang berusaha untuk merusak masyarakat Barat.
(MT-Standar/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)





Posting Komentar