Roket Yaman, menyerang Saudi Arabia.
Para pakar PBB, yang memeriksa puing-puing dari rudal yang ditembakkan dari Yaman di Arab Saudi pada awal tahun ini, belum mengkonfirmasikan bahwa proyektil tersebut "buatan Iran" seperti yang diklaim oleh rezim Riyadh dan AS.
Rudal tersebut ditambakkan oleh pejuang Yaman Houthi di ibukota Saudi pada 22 Juli dan 4 November sebagai pembalasan atas serangan mematikan Riyadh terhadap negara tersebut.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah laporan rahasia yang diperoleh AFP pada hari Senin (11/12) bahwa tim badan dunia tersebut, yang mengunjungi Riyadh bulan lalu untuk meneliti bukti yang dituduhkan, belum menetapkan adanya hubungan antara roket roket tersebut dan Republik Islam.
Arab Saudi, yang menuduh Iran mempersenjatai gerakan Houthi Ansarullah terhadap kerajaan tersebut, mengklaim rudal tersebut, yang dikatakan ditambakkan di ibu kotanya, telah dipasok ke pasukan Yaman oleh Iran.
Setelah peluncuran rudal pertama, Riyadh juga membuat marah kelompok masyarakat internasional dan hak asasi manusia dengan memperketat pengepungan yang sudah melumpuhkan Yaman.
Tehran selalu menolak untuk mempersenjatai gerakan tersebut dan tuduhan adanya campur tangan regional dalam hal ini.
Pada hari Senin (11/12), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan, "Apapun yang terjadi di Yaman menyangkut orang-orang Yaman dan perlawanan dan tidak menyangkut Republik Islam."
Huthi telah membela Yaman melawan serangan militer pimpinan-Saudi, yang berusaha memulihkan bekas pemerintahan sekutu-Riyadh tersebut. Perang tersebut telah menewaskan sekitar 12.000 orang dan mengurangi infrastruktur negara tersebut hingga hancur luluh sejak awal pada awal 2015.
(AFP/Islam-Times/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar