“Mari kita akrabkan masyarakat dengan Al-Quran, Nahjul Balaghah, dan Shahifah Sajjadiah. Bahasa seni adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan ini.”
Demikian hal ini disampaikan oleh Hujjatul Islam Hamid Muhammadi, ketua Badan Pengembangan Kultur Qurani Iran, dalam pertemuan dengan para ahli bidang budaya, seni, dan pendidikan Dewan Masjid Iran kemarin.
Menurut Muhammadi, fungsi terpenting, terbaik, dan paling sensitif dari masjid adalah fungsi Qurani yang harus dilakukan.
“Masjid adalah rumah Allah dan Al-Quran adalah kalam Ilahi. Untuk itu, masjid adalah tempat terbaik untuk menghidupkan dan menyebarkan budaya Qurani di Iran,” tukas Muhammadi.
Muhammadi mengingatkan, Dewan Masjid Iran bisa disebut berhasil melaksanakan tugas apabila bisa menarik masyarakat ke arah masjid melebihi masa lalu.
Muhammadi menegaskan bahwa Al-Quran hingga kini masih merupakan kalam Ilahi yang belum mengalami perubahan. Sementara kitab-kita terdahulu sudah banyak mengalami perubahan. Rasulullah saw dibebani tugas untuk menjelaskan Al-Quran dan Nahjul Balaghah bisa menjadi kitab pilihan untuk menjelaskan kitab samawi ini.
“Rahbar berkeyakinan bahwa Nahjul Balaghah adalah kitab terbaik untuk menafsirkan Al-Quran. Sangat disayangkan, hubungan kita dengan kitab ini sangat minim,” tukas Muhammadi.
Kitab kedua yang disebut oleh Hujjatul Islam Muhammadi adalah kitab Shahifah Sajjadiah. Kitab ini dikenal dengan sebutan “Al-Quran Al-Sha’id”. Di Vatikan, kitab ini termasuk kitab terlaris dan digunakan untuk ajaran para penganut Kristen.
(Shabestan/Berbagai-Sumber-lain/ABNS)
Posting Komentar