Presiden Jokowi menjadi imam shalat Maghrib di tenda darurat pengungsian Lombok. Yang menarik Tuan Guru Haji Zainul Majdi, Gubernur NTB yang juga lulusan doktor dan Hafidz Qur’an dari Universitas Al-Azhar Cairo Mesir menjadi makmumnya.
TGB memuji bacaan dan doa Presiden Jokowi. Yang ternyata diam-diam ingin jadi makmum Jokowi untuk menguji bacaan shalatnya.
Berikut tulisan TGB yang beredar di mana-mana:
Shalat maghrib di mushola darurat ini tidak direncanakan. Mulanya, dijadwal Beliau mendengar paparan di posko utama di Tanjung. Hanya 5 menit, Beliau gelisah, tengok saya lalu bilang, “kita jenguk masyarakat saja, tuan guru”.
Saya tanya, kemana Pak.
Beliau jawab: “terserah”.
Semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi pinggir selokan. Bincang-bincang tanya ini itu sambil bagi kerudung, buku dan sembako. Setelah itu balik karena menjelang malam. Lalu mampir ke tempat pengungsi di tengah lapangan. Datang maghrib, Beliau ajak kami shalat. Ajudan ingatkan, musholla tidak layak, air minim. Beliau tetap berkeras. Jadilah shalat disitu.
Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, “ayo, tuan guru”.
Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus penasaran bacaan shalat Beliau. Hehehe.
Ternyata bacaannya lumayan. Tidak sefasih santri, tapi cukup untuk awam.
Habis shalat, zikir ditutup doa : Allohumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afea fa’fu ‘anna. Lalu doa Ashabul Kahfi, “Rabbana aatinaa min ladunka..” dan ditutup doa sapujagat.
Terakhir mushafahah dengan jamaah.
TGB. Dr. Zainul Majdi
(Suara-Islam/Berbagai_sumber-Lain/ABNS)





Posting Komentar