Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, melakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan pada Kamis (21/12). Kunjungan tersebut bertujuan untuk bertemu dengan para pemimpin Afghanistan dan tentara AS. Dalam kunjungannya, Mike Pence membicarakan “kemajuan” dalam Perang Afghanistan yang sudah berlangsung lebih dari 16 tahun tersebut.
Mike mengklaim bahwa strtegi baru yang diterapkan Amerika di Afghanistan telah membuahkan hasil dan mengalami kemajuan yang signifikan.
Pada bulan Agustus, Presiden Trump menetapkan strategi “baru” melawan Taliban untuk perang terpanjang abad ini. Saat itu Afganistan mengalami eskalasi konflik secara umum.
Amerika menambah jumlah pasukan pada saat itu dengan jumlah pasukan darat tambahan yang tidak ditentukan, dan peningkatan serangan udara AS yang substansial.
Pence mengatakan bahwa situasinya sekarang lebih “menjanjikan”, dengan mengatakan bahwa Taliban telah ditempatkan “secara defensif.” Ungkapan bahwa Taliban ditempatkan secara defensif bukan hal yang baru karena memang Taliban selalu digambarkan dalam situasi defensif selama perang yang berlarut-larut.
Pejabat AS berkali-kali mengklaim mengalami kemajuan melawan Taliban, namun dari beberapa temuan terkait strategi, tingkat pasukan, dan operasi sehari-hari, sangat sulit untuk diukur bahwa Amerika mengalami kemajuan seperti apa yang mereka klaim.
Coba, jika ungkapan pejabat Amerika itu benar, mengapa wilayah yang sekarang diduduki Taliban masih sangat tinggi, bahkan semakin tinggi sejak invasi tahun 2001?
Baca: http://news.antiwar.com/2017/12/22/pence-claims-new-afghan-war-strategy-already-bearing-fruit/
(News.Antiwar/Seraa-Media/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar