Pesan Rahbar

Sekilas Doa Arafah Imam Husain as dan Doa Arafah Imam Husain as

Doa Arafah (Bahasa Arab: دعاء العرفة ) adalah diantara doa-doa Syiah yang menurut riwayat dibaca oleh Imam Husain as pada hari ke-9 Dzul...

Home » » Tiga Manuskrip Al-Quran Kuno Era Ottoman Ditemukan di Palestina

Tiga Manuskrip Al-Quran Kuno Era Ottoman Ditemukan di Palestina

Written By Unknown on Sabtu, 23 Desember 2017 | Desember 23, 2017


Tiga manuskrip Quran yang terbit pada masa Ottoman Sultan Abdulhamid II (1876-1908) telah ditemukan di sebuah masjid yang terletak di kota bersejarah Tayibe di Palestina. Kota Tayibe saat ini terbentang di dalam wilayah yang diduduki Israel.

Aziz, muazin masjid tersebut, mengatakan kepada media bahwa Alquran telah ditemukan saat renovasi yang sedang berlangsung di masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Abdulhamid II.

“Kami tidak tahu mereka ada di sana. Mereka terselip di antara sekelompok buku lain… Kami menemukannya saat renovasi,” kata Aziz.

Menurut pengantar berbahasa Inggris yang ada di dalamnya, manuskrip tersebut ditulis tangan oleh seorang juru tulis bernama Seyyid Mustafa Nazif Efendi pada tahun 1887 sebelum diterbitkan oleh sebuah rumah percetakan di Istanbul dan dikirim ke pembeli di Palestina.

“Saya kaget saat pertama kali melihat harta karun ini,” kata Aziz. “Quran ini tentu akan memberi kontribusi pada masjid kita dan kepentingan sejarah kota kita.”

Manuskrip-manuskrip itu akan segera ditampilkan dalam sebuah pameran, dia menjelaskan, dan berspekulasi bahwa kemungkinan ada teks kuno lainnya yang bisa ditemukan di masjid-masjid era Utsmaniyah di Israel dan Palestina.

Kala itu, Theodor Herzl, pendiri Zionisme modern, gagal meyakinkan Sultan Abdulhamid II untuk mengizinkan imigran Yahudi mendirikan sebuah tanah air Yahudi di Palestina yang pada saat itu merupakan wilayah Ottoman.

Namun Herzl akhirnya berhasil mendapatkan dukungan dari Kerajaan Inggris melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917.

Dalam hal ini, Sultan diketahui memiliki keputusan: “Saya tidak akan menjual apapun – tidak satu inci pun dari wilayah ini, karena negara ini bukan milikku, melainkan untuk umatku.”

“Umatku,” tambahnya, “akan menjual tanah ini dengan harga yang sama dengan yang mereka bayar untuk penaklukannya: darah.”

(Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Posting Komentar

ABNS Video You Tube

Terkait Berita: