Aparat keamanan rezim Zionis Israel menyerbu beberapa daerah di Tepi Barat dan menangkap belasan warga Palestina termasuk kerabat Ahed Tamimi, seorang aktivis terkemuka Palestina.
Seperti dilansir ISNA, pasukan keamanan rezim Zionis pada Selasa (27/2/2018) dini hari menyerbu desa Nabi Saleh di barat Ramallah dan menangkap 19 pemuda Palestina termasuk sembilan keluarga Ahed Tamimi terutama saudara laki-lakinya.
Aparat keamanan rezim Zionis juga menyerbu rumah-rumah penduduk dan sekitar kota Nablus dan Ramallah serta memeriksanya.
Ahed Tamimi, 16 tahun, ditangkap pada bulan Desember 2017 karena menampar dua tentara Israel ketika ia memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis.
Di sisi lain, para pemuda Palestina di Qalqilya, utara Tepi Barat bentrok dengan pasukan keamanan Israel. Banyak dari pengunjuk rasa Palestina mengalami sesak nafas setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan polisi Israel.
Sejak keputusan presiden AS yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis, berbagai daerah Palestina menjadi ajang unjuk rasa dan bentrokan antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel.
(ISNA/Fokus-Today/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar