Pesan Rahbar

Sekilas Doa Arafah Imam Husain as dan Doa Arafah Imam Husain as

Doa Arafah (Bahasa Arab: دعاء العرفة ) adalah diantara doa-doa Syiah yang menurut riwayat dibaca oleh Imam Husain as pada hari ke-9 Dzul...

Home » » Mengapa Berlin Tertarik Hadir di Iraq?

Mengapa Berlin Tertarik Hadir di Iraq?

Written By Unknown on Senin, 17 September 2018 | September 17, 2018


Selama minyak masih mengalir di pipa-pipa Iraq, bangsa Barat selalu rakus untuk menjalin hubungan dengan Kurdistan dan eksis di Iraq demi menjamin kepentingan mereka.

Sudah 15 tahun dari bombardir Baghdad yang dilakukan oleh George W. Bush. Sebuah peristiwa yang telah menumbangkan Saddam Husain. Perang panjang pun telah berakhir. Akan tetapi, ketamakan negara-negara asing dan pertikaian di Iraq hanya demi mengendalikan kontrol minyak masih tetap berlanjut.

Ketika pasukan militer Amerika menjajah Iraq pada Maret 2003 lalu, negara ini berhadapan dengan sebuah bangsa yang telah dijajah selama puluhan tahun. Kala itu, Iraq hanya bisa mengeluarkan minyak sebesar 1 juta barel.

Iraq sudah bangkrut kala itu. Negara yang memiliki kekayaan tambang minyak sebesar 143 milyar serta 1 juta barel produk minyak, dan masih memiliki cadangan minyak yang telah berhasil ditemukan sebesar 197 milyar barel, hanya mampu menggaji dokter dan dosen sebesar 50 dolar per bulan.

Akan tetapi, sekarang semua telah berubah. Menurut prediksi Agen Energi Internasional, hingga tahun 2035 nanti, Iraq akan bisa mengeluarkan minyak sebesar 8.300.000 barel per hari. Tentu ini adalah sebuah angka spektakuler untuk negara yang menjadi korban perang seperti Iraq.

Mayoritas cadangan minyak Iraq sekarang berada di kawasan Kurdistan yang berbatasan langsung dengan Turki, Suriah, dan Iran, serta berpenghuni sekitar 5 juta warga.

Potensial kawasan ini telah mengundang kerakusan negara-negara Barat. Negara Jerman yang sebelum ini memiliki andil dalam mendidik para personel Peshmarge merasa memiliki hak untuk hadir di kawasan itu.

“Iraq bukan hanya memerlukan stabilitas. Tetapi juga membutuhkan kerja sama dan perkembangan ekonomi,” begitu alasan yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Jerman ketika ingin menjustifikasi kehadiran pasukan Jerman di Kurdistan Iran ini.

(Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Posting Komentar

ABNS Video You Tube

Terkait Berita: