Pesan Rahbar

Sekilas Doa Arafah Imam Husain as dan Doa Arafah Imam Husain as

Doa Arafah (Bahasa Arab: دعاء العرفة ) adalah diantara doa-doa Syiah yang menurut riwayat dibaca oleh Imam Husain as pada hari ke-9 Dzul...

Home » » Partai Komunis: Chinasisasi Muslim Harus Terus Berlanjut

Partai Komunis: Chinasisasi Muslim Harus Terus Berlanjut

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2018 | Oktober 15, 2018


Seorang pemimpin senior Partai Komunis China memperingatkan tentang pengaruh ekstremisme Islam di wilayah Xinjiang dan menyebut urgen Chinasisasi muslim kawasan ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The Guardian, pejabat tinggi Partai Komunis China mengatakan integrasi budaya dan sosial Muslim China di daerah sensitif Xinjiang harus ditingkatkan sehingga meningkatkan solidaritas etnis dan kerukunan umat beragama di negara ini.

You Quan, ketua Front Pekerja Bersatu, yang memantau urusan agama dan etnis, menjelaskan ucapan tersebut di akhir pekan ini dari Xinjiang.

“Dominasi Partai Komunis pada urusan agama harus ditingkatkan dan kita harus berhati-hati tentang pengaruh ekstremisme agama,” ucap You.

Istilah "Chinasisasi" mengacu pada upaya Beijing untuk memaksakan perubahan sosial dan budaya pada masyarakat non-China negara ini, yang bertujuan untuk publikasi budaya China, terutama nilai-nilai ras "Han" yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat di negara tersebut, di antara etnis dan budaya lainnya. Ini mencakup jenis pakaian, agama, budaya, politik dan bahasa.

Sebelumnya, ada laporan tentang bagaimana satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp pelatihan ulang di Xinjiang dalam kondisi yang tidak manusiawi. Pejabat China telah membantahnya untuk waktu yang lama, tetapi pekan ini pemerintah provinsi Xinjiang mengumumkan kamp-kamp ini adalah legal.

China mengatakan Xinjiang menghadapi ancaman kelompok Islam bersenjata dan separatis serta menyangkal semua tuduhan pelecehan terhadap muslim Uighur di daerah tersebut.

(The-Guardian/IQNA/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Posting Komentar

ABNS Video You Tube

Terkait Berita: