Pengadilan Bahrain akan mulai mengadili para pendukung Ayatullah Syaikh Isa Qasim hari ini.
Para pendukung Syaikh Isa Qasim tersebut ditangkap pada saat pasukan Al Khalifah menyerang para pelaku aksi mogok di sekitar rumah ulama Syiah Bahrain ini.
Setelah rezim Al Khalifah mencabut kewarganegaraan Syaikh Isa Qasim beberapa waktu lalu, sekelompok pemuda melakukan aksi mogok di sekitar rumah tokoh Syiah Bahrain ini sebagai bentuk protes. Tidak sedikit dari mereka yang terbunuh pada saat pasukan Al Khalifah menyerang kawasan rumah yang ada di Al-Diraz tersebut.
Menurut laporan, dalam aksi penyerangan tersebut, 5 orang gugur syahid dan 300 orang pendukung Syaikh Isa Qasim ditangkap.
Hampir 170 pemuda hingga sekarang masih mendekam dalam tahanan. Minggu lalu, mereka berhasil memberikan informasi kepada keluarga mereka bahwa mereka dipaksa mengaku di bawah siksaan. Tuduhan yang direkayasa oleh rezim Bahrain adalah menyerang personel polisi, membawa senjata panas, dan merusak harta umum.
Syaikh Isa Qasim lahir di desa Al-Diraz yang berdekatan dengan Manama, ibu kota Bahrain. Setelah Bahrain merdeka, ia memiliki peran utama dalam menyusun UUD. Pada tahun 1973, ia berhasil menjadi anggota parlemen dengan suara terbanyak dan menjadi kepala delegasi agama di parlemen ini.
Dari sejak 14 Februari 2011, Bahrain menyaksikan revolusi rakyat untuk menuntut kebebasan, keadilan, dan pembasmian diskriminasi.
(Al-Alam/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Posting Komentar