Pesan Rahbar

Sekilas Doa Arafah Imam Husain as dan Doa Arafah Imam Husain as

Doa Arafah (Bahasa Arab: دعاء العرفة ) adalah diantara doa-doa Syiah yang menurut riwayat dibaca oleh Imam Husain as pada hari ke-9 Dzul...

Home » » Kunjungan Presiden Iran ke New York, Peluang Menjelaskan Tantangan Regional dan Internasional

Kunjungan Presiden Iran ke New York, Peluang Menjelaskan Tantangan Regional dan Internasional

Written By Unknown on Rabu, 26 September 2018 | September 26, 2018

Hassan Rohani, Presiden Republik Islam Iran

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran telah bertolak ke New York hari Ahad (23/9) untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sidang Umum PBB bagi negara-negara yang hadir merupakan satu peluang dari sisi politik dan interaksi internasional. Peluang ini sangat penting bagi Iran untuk menjelaskan pandangan dan sikapnya terkait pelbagai masalah.

Dari satu sudut pandang, kunjungan ini dapat terfokuskan pada dua isu utama; pertama mengenai isu terorisme, dimana Iran sebagai salah satu negara korban terorisme yang didukung Barat dan sekutu regionalnya. Isu kedua, tentang perdamaian dan keamanan di dunia, khususnya di Asia Barat. Pada dasarnya isu ini masih terkait dengan masalah terorisme.

Hari Sabtu tanggal 22 September terjadi serangan teroris di kota Ahvaz. Hari itu dunia menyaksikan kenyataan betapa Iran menjadi salah satu korban terorisme. Kebijakan Amerika Serikat memanfaatkan terorisme dan mengirim kelompok-kelompok teroris ke pelbagai kawasan di dunia untuk menciptakan instabilitas dan kemudian dengan alasan memerangi terorisme, mulailah mereka melakukan intervensi ke negara tersebut. Artinya, selama ini isu terorisme hanya dijadikan alat bagi Washington untuk memajukan tujuan mereka di setiap negara targetnya.

Afghanistan, Irak, Suriah dan Yaman selama bertahun-tahun menjadi ajang kebijakan agresif Amerika Serikat, Zionis Israel dan Arab Saudi. Hasil dari koalisi jahat ini adalah memaksakan perang dan meluasnya terorisme yang sangat merugikan bangsa-bangsa di kawasan. Sementara Palestina tetap menjadi luka lama dan Jalur Gaza menjadi sasaran serangan dan kekerasan rezim Zionis Israel.

Dalam konteks hubungan internasional, ada banyak tantangan yang muncul dari keserakahan Amerika Serikat. Salah satu contoh dari sikap destruktif Amerika Serikat terhadap Iran adalah melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Amerika Serikat tidak dapat menerima atmosfer interaktif yang tercipta pasca JCPOA, berusaha untuk merusak suasana saling memahami, melanggar perjanjian internasional yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan mencegah hubungan ekonomi dan politik Iran.

Amerika Serikat telah merusak perdagangan bebas dunia melalui sanksi dan ancaman dan tidak menguntungkan negara manapun. Amerika terus berusaha mengobarkan ketidakamanan di kawasan dan mendukung kelompok-kelompok teroris dengan tujuan Usia terus membela kawasan dan mendukung kelompok-kelompok teroris dengan tujuan mendisintegrasi kawasan, padahal kawasan membutuhkan sistem yang berkelanjutan, keamanan kolektif, pembangunan dan partisipasi ekonomi yang konstruktif.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran Presiden Iran di Sidang Umum PBB adalah peluang untuk menantang sikap bermusuhan Amerika di pertemuan internasional ini. Meskipun pertemuan ini harus menantikebohongan dan falasi Trump dan rezim penjahat seperti Israel dan Arab Saudi yang menggunaka segala kesempatan untuk menyerang Republik Islam Iran. Dari saat ini mereka fokus untuk meningkatkan perang saraf terhadap Iran di Sidang Umum PBB.

Bangsa Iran telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka tidak mengancam orang lain dan pada saat yang sama tidak akan menerima ancaman dari siapa dan kekuatan apapun. Sekarang, Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran bertolak ke New York dengan tujuan menjelaskan sikap jelas dan transparan Republik Islam Iran atas nasib bangsa-bangsa di dunia dan menghapus klaim dan agitasi yang menyerang Iran.

(Parstoday/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)
Share this post :

Posting Komentar

ABNS Video You Tube

Terkait Berita: